#30HariMenulisSuratCinta Hari Ke-30 “genap 30”

Genap 30. Sudah akhir. Tidak. Lebih tepatnya. Sudah awal lagi. Awal untuk memulai suatu yang baru, awal untuk bersyukur lebih banyak lagi, awal untuk bertemu dengan orang-orang baru, awal untuk menebar cinta lebih banyak lagi. Tidak bisa dijelaskan bagaimana bahagianya, sudah genap 30 hari dilewati. Menjalani ini, semacam mengikuti ajang pertarungan komitmen. Bukan. Bukan dengan peraturan #30HariMenulisSuratCinta, tapi dengan diri saya sendiri. Dengan mood menulis yang tidak bisa diperkirakan datang kapan. Dengan kesadaran yang nyaris terbiasa menikmati detail hidup tanpa pemaknaan.

Dalam hitungan mundur 30 hari dari sekarang, saya telah mencoba berinteraksi dengan banyak hal, banyak pembelajaran, banyak pula penyadaran. Mendalami banyak sudut pandang, mendengar sekaligus mengungkapkan. Dan saya rasa penting untuk berterima kasih.

Jadi,
Terima kasih kepada setiap sumber inspirasi;

Tuhanku Allah Subhanahu Wata’ala, melalui kesegalaan penyerta sadar dan tidak sadarku,

Ibuku, rahim dan keberperanannya
(‘yang ada padamu ibu, semesta sebelum dunia’. ‘Diangkot mah..’),

Adik-adikku, kakak perempuan dan orang-orang disekelilingku
(‘Terima kasih.itu saja’ , ‘manusia-manusia kesayangan’)

Bapak
(‘pria yang cintanya paling aman’),

ayah ‘keduaku’
(‘pria luar biasa di ruang pembaringan’, ‘Namanya Morrie Schwartz’),

Jordan Belford
(‘for the wolf of wall street’)

Morrie Schwartz dan Socrates atas segala bijaksana,
(‘Namanya Morrie Schwartz’ , ‘katanya,Socrates.’)

Mantan.
(‘Yang sapanya hilang sementara’, ‘Selamat!’),

Orang-orang yang datang tiba-tiba melalui kata ;
@talithamarcia
@danissyamra
@jamalginanjar

Kepada;
Setiap anak dan ayah ibunya,
Setiap manusia dengan
semangatnya,
Kemanusiawiannya,
Gerogi dan malunya,
hati nuraninya,
Pemberian dan keikhlasan yang menyertainya,

Untuk segala detail yang diciptakan Tuhan.
Hujan, Arakan Awan, Angin, Udara, Daun gugur, Petrichor, Waktu, Mimpi, Angan-angan, Rindu, Kenangan, Harapan, Kepastian,Komitmen.

Untuk segala hal yang terjamah mata dan kata.
Rumah, ruang berjendela lt.2 ,Sofa, Kopi, kertas, Pohon manggis di belakang rumah,semuanya sampai bangku taman.

Untuk kang pos ku @adimasnuel.
bahkan karena kata, kamu sudah berjasa banyak terhadapku, jika segala yang ku ucap adalah jiwa,kamu adalah raganya. Bagaimana bisa jiwaku terjamah jika tanpa raga, Tanpa kamu, entah sampai atau tidak mungkin cinta hanya untuk dirasa, akupun belum tentu terpicu untuk memulai. Walau hanya sekedar untuk mengungkap.
Melalui kata, kamu juga menggugah, menyadarkan, mengingatkan, menegur, menasihati walau kadang juga terasa memarahi, terima kasih untuk semua tulisanmu yang bisa dibaca aku atau siapapun yang bangga atas karyamu.

Lalu untuk kamu!
Yang aku tidak tahu kapan waktu kamu tidak bersamaku.
Sebab kamu selalu tiba-tiba saja mengintip dan menyelinap diam dibawah sadarku.
Diantara tulisan-tulisan itu lebih banyak mungkin tentang kamu.
Tentang kamu yang kadang mengalir begitu saja, tidak sengaja aku tuliskan.

Terakhir untuk Diriku sendiri juga cinta yang berkelindan didalam, luar dan sekelilingnya.
Terima kasih. Sungguh terima kasih. Hari ini sudah genap hari ke- 30.

Salam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s