#30HariMenulisSuratCinta Hari ke-28 “Tamu Lama”

Halo tamu lama,

Iya. setelah selalu lewat akhirnya kamu bertamu. Sudah banyak tawa seadanya aku dapat. Walau aku tak berharap itu darimu.

Seperti katamu, cukup banyak alasan mengapa aku masih tetap mencintai hujan. Sekalipun cinta sesungguhnya tidak butuh alasan. Itu pula sebabnya, ia tetap bertahan meski banyak alasan untuk kamu meninggalkan. Bukankah begitu?

Hm.. gadis itu ya?! Yang tawanya manis, semanis cintamu yang bisu malu-malu. yang cantiknya kekal seperti juga rupawan caramu mencintainya.

Iya. Aku mengerti.
Disini memang sepi. Tapi mungkin tidak sesepi perasaanmu. Tubuhku dipenuhi karat tapi mungkin tak sebanding dengan lubang dihatimu. Tapi memang selalu begitu. Tidak hanya kamu. Mereka datang lalu pergi. Dengan tawa atau dengan tangis. Disini bersamaku.

Seperti kamu. Mereka lebih banyak lewat dan hanya bertamu sesekali saat hujan tak bersamaku.

Seperti kamu. Aku juga kadang rindu. mungkin, memang hanya hujan yang cintanya tidak pernah benar-benar meninggalkanku. Atau mungkin hanya aku yang tak peduli ia cinta atau tidak padaku. Aku tetap menunggu.

Salam
Kursi taman

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s